Bagaimana DMP bekerja

Persoalan Klasik bagi brand/advertiser/digital agency adalah , bagaimana pesan komersial melalui banner advertisement dapat sampai pada segment/target market yang tepat dan saat yang tepat,

ada 2 cara DMP membantu problema ini,

1. Melakukan analisa behaviour user dengan cara memproses situs yang pernah dikunjungi uer tersebut
2. Melakukan pemilihan banner advertisement yang tepat dengan isian survey

Video dibawah ino menjelaskan bagaimana Platform DMP (data management platform) Idblognetwork bekerja,
platform ini masih dalam protoype (18 april 2014), masih banyak kekurangan, akan tetapi mudah2an dapat
membantu memahami bagaimana aplikasi platform DMP idblognetwork akan menjawab kebutuhan client advertiser dan digital agency.

Demo Targeted ADS, yaitu Banner Advertisement hanya muncul untuk segment audience yang telah ditetapkan !

1. Contoh Kasus. Advertiser TelkomSpeedyInstant akan launch campaign berupa kompetisi menulis blog
dengan target hanya blogger, semua umur, semua gender
2. Banner Advertisement hanya akan terlihat pada segment tersebut.
3. User awalnya melakukan kunjungan situs blog , user melakukan survey, dan mengisi data sebagai
pria , umur 18-25 tahun, dan preferensi sebagai blogger, buzzer , student
4. user melakukan refresh dan banner advertisement telkomspeedyinstant kini dapat terlihat
5. user melakukan survey lagi dan menambah isian deskripsi sebagai gamer. maka kini muncul
banner advertisement yang sesuai untuk gamer

bagaimana ? sudah paham ? , Ini adalah contoh bagaimana advertiser dapat melakukan banner placement tidak lagi bergantung kepada konten media, akan tetapi bergantung kepada profile audience/profile pengunjung.

Bila konsep ini diterapkan pada portal besar/media online/e-commerce , akan menguntungkan kepada kedua belah pihak,

1. Pihak publisher seperti portal besar/media online akan diuntungkan, Direct Advertisement yang saat ini mendapatkan revenue terbanyak ketimbang remnant inventory(iklan dari adnetwork) , dapat menjanjikan kepada pihak direct advertiser bahwa pesan komersialnya akan dilihat oleh sesuai isian profile pengunjung tersebut.

2. Pihak advertiser dapat menghemat biaya, dengan tidak mengeluarkan belanja banner placement pada audience yang tidak tepat.

3. User / pengunjung akan lebih senang bila melihat pesan komersial berupa banner berisikan info produk yang sesuai dengan minat , profil dan kepribadian

Sekarang bayangkan apabila ada suatu e-commerce yang memiliki banyak produk item, akan sulit untuk memilih untuk memasang produk/item mana yang kira-kira akan dibeli oleh calon pelanggan, dengan menggunakan solusi ini, maka pemilik e-commerce dapat memilih product apa yang akan ditampilkan dihalaman paling depan sesuai dengan isian survey pengunjung.

Updated:
salah satu cara agar user mau mengisikan data, yaitu dengan cara seperti ini, form disediakan dari suatu artikel seperti ini

 

 

  • Dimaz Maulana

    Bagaimana membuat user / pengunjung mau untuk melakukan survey?, dewasa ini pihak advertising lebih memilih untuk melakukan user profiling otomatis.

    • kukuhtw

      memang sulit sepertinya sampai dengan 2-3 tahun ke depan membujuk user untuk melakukan self-profiling, tapi mungkin akan ada saatnya dimana user sadar untuk memegang kendali akan materi advertisement yang ingin mereka lihat, mungkin dalam waktu 5-10 tahun lagi

    • kukuhtw

      memang sulit sepertinya sampai dengan 2-3 tahun ke depan membujuk user
      untuk melakukan self-profiling, tapi mungkin akan ada saatnya dimana
      user sadar untuk memegang kendali akan materi advertisement yang ingin
      mereka lihat, mungkin dalam waktu 5-10 tahun lagi

  • Konsep yang menarik, cukup adil.

Switch to our mobile site