waspadai paham blockhainisasi yang akan menggerogoti bisnis di setiap industri

Cerita dmulai oleh seorang Satoshi nakamoto yang tidak diketahui profil aslinya. Oktober 2008, Sattoshi memperkenalkan konsep blockchain dan meluncurkan Bitcoin Sebagai implementasi Blockchain pertama. Bitcoin adalah cryptocurrency yang berfungsi sebagai alat pembayaran. Bitcoin jalan berdasarkan teknologi Blockchain.

Desember 2013,  Vitalik Buterin memperkenalkan Ethereum sebagai salah satu implementasi blockchain yang memiliki fitur scripting language. Awal 2014, perusahaan Swiss, , Ethereum Switzerland GmbH merealisasikan Ethereum dan memperkenalkan Ether Token sebagai cryptocurrency . 30 July 2015, Blockchain Ethereum diluncurkan pada tahapan proof of work, yaitu uji coba pengguna melakukan hashing algorityhm. Pada bulan Juni 2016, terjadi problem besar pada code smartcontract. DAO (Decentralized autonomous organization) sebagai organisasi tanpa bentuk fisik, mengalami serangan yang menyebabkan pindahnya asset Ether Digital currency senilai 60 juta dollar. Kesalahan terjadi pada bugs yang dimanfaatkan oleh hacker.

Apa yang terjadi setelah insiden ini, apakah blockchain dan ethereum sebagai implementasi blockchain masih mendapatkan kepercayaan ? Ya , Ethereum tetap mendapat dukungan, Microsoft mendukung private blockchain ethereum dalam layanan cloud azure, dibungkus menjadi layanan blockchain as a service.

JPMorgan Chase membuat solusi blockchain ethereum bernama Quorom yang berfungsi mengatur public dan private transaksi. Ide-nya adalah menjawab kebutuhan regulator yang membutuhkan akses kepada catatan transaksi dan membatasi informasi yang bersifat rahasia ataupun informasi yang bebas diketahui oleh umum.

R3 melakukan ujicoba pada 40 bank melakukan transaksi perdagangan pada ethereum blockchain.

Delloitre dan Consensys berencana membuat digital bank dengan nama Projek Consensys. Ethereum nampaknya menghadapi banyak masalah keamanan ketimbang bitcoin, karena kompleksnya software.

Desember 2015, Rencana Hyperledger muncul, digagas oleh Linux Foundation dan mendapatkan dukungan dari IBM. Hyperledger adalah salah satu bentuk implementasi Blockchain, fokus untuk keperluan global transaksi bisnis, termasuk teknologi, keuangan dan perusahaan supply-chain. Hyperledger akan bersifat modular framework, menciptakan open standard dan open protokol. Hyperledger didukung oleh perusahaan IT Teknologi seperti Cisco, Digital Asset Holdings, Fujitsu, Hitachi, IBM, Intel, NEC, NTT DATA, Red Hat dan VMware. Dan didukung juga oleh perusahaan keuangan seperti ABN AMRO, ANZ Bank, BNY Mellon, CLS Group, CME Group, The Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), Deutsche Börse Group, J.P. Morgan, State Street, SWIFT dan Wells Fargo.

Apakah Blockchain dapat masuk di sektor pemerintahan ?

Tentu saja dan itu lebih bagus. Jasa pemerintahan akan lebih bagus bila dapat mengadopsi blockchain.  Berikut ulasannya bersumberkan artikel disini http://www.coindesk.com/blockchain-perfect-government-services-heres-blueprint/

Apa yang dapat dilakukan Blockchain pada sektor pemerintahan ? berikut aktivitas yang dapat diimplementasikan menggunakan blockchain

1. Verifikasi : Lisensi, surat ijin, sertifkat kepemilikan, transaksi keuangan. Kapan verifikasi ini terjadi, dimana, siapa yang mensahkan.

2. Pemindahan Asset : Catatan pemindahan uang /asset dari pihak pertama ke pihak kedua,

3. Kepemilikan: catatan kepemilikan tanah, rumah, bangunan

4. Identitas: ID penduduk , Pemerintah dapat menerbitkan e-identity untuk keperluan pencatatan data penduduk, pemungutan suara. Passport

Langkah apa yang diperlukan pemerintah ?

1. Melakukan percepatan pemahaman mengenai blockchain dan mencoba ekplorasi potensi blockhain

2. Menghimpun sumber daya manusia untuk membangun strategi blochain

3. Membangun ide progressif untuk membantu percepatan pelayanan kepada masyarkat

4. Membuat inovasi berdasarkan blockchain untuk memotong / penghematan biaya, menyajikan pelayanan lebih cepat kepada masyarakat

Apakah Gerakan global blockhain ini menguntungkan masyarakat ? apa yang perlu diwaspadai ?

Blockchain akan bersandar pada  teknologi algorithma untuk mengatur transaksi, peran manusia akan berkurang pada bagian level administrasi, repetitive task / pekerjaan yang berulang-ulang. Pengeluaran untuk membayar tenaga administrasi/staff akan berkurang drastis. Pengeluaran untuk pengadaan server komputer terpusat akan berkurang karena proses penyimpanan data akan lebih banyak terdistribusi / desentralisasi pada jaringan blockchain. Kebutuhan tenaga kerja akan menyerap lebih banyak pada level skill engineer dibandingkan skill administrasi. Pengeluaran untuk membayar jasa kutipan dari pihak ketiga akan hilang, karena semua sudah bisa dilakukan secara langsung antara 2 pihak yang bertransaksi.

Tapi nampaknya bisnis saat ini masih bisa bertahan dari bisnis yang mengandalkan blockchain ? Bahkan sepertinya implementasi blockchain saat ini masih banyak mengalami masalah.

Page 2 of 3 | Previous page | Next page