rencana pembuatan cms whatsapp bot

Problem Overview:
Whatsapp digunakan oleh penjual untuk melayani order pembelian,
melayani pembeli. Saat ini banyak penjual melakukan
proses itu secara manual, sehingga apabila terdapat belasan,puluhan
order pelanggan , akan terasa melelahkan

Solusi:
Dibuat aplikasi content-management-system yang membantu
melakukan proses pelayanan order pembelian menggunakan
bot pada whatsapp. Beberapa prototype telah dibuat:
Demo terlampir di:


btw,khusus yang ini, tersedia tutorial pembuatannnya ebook english version di sini http://prietenidea.com/salespitch_webinar_1/

 

Rencana 2 bulan kedepan:
Membuat applikasi platform content management system
untuk membantu para seller/penjual melakukan otomatisasi.

Tech stack:
Menggunakan aplikasi thirdparty WA Autoresponder Bot yang
terkoneksi ke Dialogflow. Dari Dialogflow
akan terkoneksi ke backend server (CMS engine ada disini,Disinilah bisnis akan dibuat)

Bisnis Model:
1.Menyewakan Aplikasi whatsapp bot ini secara langganan bulanan (Software as a services),
2.Menyediakan customisasi spesifik untuk client (Project Based)

Perlu seed funding untuk biaya
1. Development Engine pada Backend server
2. Development Engine pada Front End. User melakukan pendaftaran,
login dashboard untuk manage content.
3. Pendirian akta perusahaan.

Aplikasi chatbot untuk WhatsApp

ahun-tahun sebelumnya,saya banyak bikin aplikasi bot untuk TelegramBot,kemudian berikutnya LineMessenger dan Facebook Messenger. Tahun 2017 kemarin mencoba platform DialogFlow yang sudah dilengkapi NLP (Natural Language Processing), dan hebatnya DialogFlow bisa terintegrasi ke Google Assistant, Telegram, LINE,Facebook,Slack,KIK messenger dan Twillio. Tapi sayangnya koneksi langsung ke WhatsApp belum bisa. Beruntunglah akhir-akhir ini, ternyata ada fasilitas koneksi ke WhatsApp melalui Twillio dan baru kemarin sabtu 12 January 2019, berhasil melakukan uji coba integrasi ke whatsapp. Hasilnya seperti terlihat pada video dibawah ini.

Read More

Tentang Desentralise Identity

Saat ini, data yang kita miliki, seperti data nama, alamat rumah,tanggal lahir,email ,nomor telpon, gaji, nama pasangan, nama anak, alamat kantor, sekolah/almamater, pengeluaran bulanan, dan sebagainya tersimpan di banyak tempat oleh banyak institusi/organisasi tanpa kita bisa kuasai/kontrol penuh.
Data yang kita miliki berada dan dimiliki oleh beberapa pihak seperti pihak pemerintah, sekolah, universitas, Bank, asuransi, kantor tempat bekerja, e-commerce, social media, agency kerja, pemilik brand, Lembaga keuangan, Kantor Imigrasi, Toko,pemilik usaha, kantor pajak dan sebagainya.
Hal ini kita anggap sangat normal karena memang begitulah keadaan saat ini. Walaupun sebenarnya data kita sangat rawan terhadap pencurian indetitas, pencurian
data keuangan,pelanggaran privasi, banyak orang tidak terlalu perduli dengan hal ini.
Sejak lahirnya konsep blockchain yaitu database/ledger yang tersebar secara publik dengan sistem proteksi/sekurity yang bagus, dan diImplementasikan dalam bentuk nyata yaitu Bitcoin sebagai digital currency, timbul-lah kesadaran akan konsep identitas yang disimpan dalam database publik akan tetapi aman dari perubahan data dan konten tetap aman dari intipan orang lain karena tersimpan dalam bentuk enkripsi.

Read More

cara uji optimal desain banner dengan machine learning menggunakan saliency model

Sering lihat iklan banner kan ? baik ketika surfing di internet ataupun offline ketika terjebak macet di tengah jalan. iklan banner, spanduk, baliho,blllboard yang kita sering lihat di jalan bermaksud menyampaikan pesan kepada kita,akan tetapi dari begitu banyaknya yang kita lihat, seberapa banyak yang kita ingat pesan yang disampaikan ?, mana yang lebih kita ingat, gambar atau tulisannya?

ada suatu riset mengenai  pergerakan mata pengamat ketika melihat photo/gambar , ratusan orang dikumpulkan,diamati pergerakan mata ketika mellihat beberapa object photo/gambar.

Dari hasil riset tersebut dikembangkan model prediksi yang dinamakan saliency model.
bisa dicari infonya di google menggunakan keyword saliency model.

Ada banyak contoh source code yang menjalankan saliency model, dan saya coba jalankan untuk mengetahui beberapa contoh banner

Read More

Chatbot dan caleg, Sudah diperlukan atau terlalu berlebihan ?

Chatbot adalah aplikasi yang disisipkan pada software mesengger seperti Facebook Messenger, Line Bot, Telegram Bot, Website, Skype, Slack ataupun website. Fungsi chatbot adalah menjawab automatis pertanyaan dari user/pengguna.
Chatbot memudahkan pemiliknya dalam menangani pembeli,pengguna ataupun pelanggan. User yang berinteraksi dengan chatbot akan
terasa seperti berbicara dengan manusia beneran / real-human.

Caleg adalah calon legislatif, yaitu individu yang akan mewakili suara masyarakat dalam lembaga negara yang disebut DPR. Untuk dapat mewakili sekelompok masyarakat, Caleg harus mendapatkan sejumlah suara dari masyarakat yang terwakili-nya.
Suara caleg diharapkan setidaknya sama dengan suara masyarakat yang diwakili-nya.
Apakah ada hubungannya caleg dengan chatbot ?. Bila caleg itu adalah suatu produk, maka tentu saja caleg harus memikirkan bagaimana masyarakat dengan sukarela memilihnya,
selama ini caleg mengeluarkan strategi untuk meraih simpati calon pemilihnya, bisa dengan bagi-bagi sembako, membagi-bagi kaos, membagi souvenir, menulis di media cetak tentang opininya terhadap sesuatu, melakukan pekerjaan sosial. Sejalan dengan kemajuan teknologi, caleg saat ini membuka fans page di social media, aktif bersosialisasi di twitter, instagram, messenger. Membuka website ataupun blog sebagai tempat menyimpan membagikan catatan aktivitas sehari-hari.Caleg yang bermodal tidak segan-segan mengeluarkan biaya advetising/iklan agar dapat tampil pada baliho, spanduk, billboard, radio ataupun TV.

Read More

Ketika Chatbot berperan sebagai pengganti kasir dan point of sales.

Bayangkan situasi ini, kita berada di coffee shop, berbaris antri bersama belasan pengunjung lain, selagi antri, kita merencanakan pesanan beberapa cemilan dan minuman.
ketika tiba gilirannya, kita menyebutkan 1 ice coffee dan 1 muffin,
total mungkin sekitar 50,000. Petugas kasir menerima pembayaran dan meneruskan order,
setelah itu kita mencari tempat duduk yang kosong. Tidak ada hal yang aneh dengan cerita ini.

Sekarang bayangkan apabila coffee shop menyediakan aplikasi chatbot
yang bisa kita akses melalui telegrambot, line messenger, facebook messenger, Kik , Viber atapun Skype. Pengunjug bisa langsung duduk, buka aplikasi messenger, chat dengan chatbot, chatbot melayani pesanan dan merekap semua pembelian, lalu menanyakan identitas kita seperti nama, email , nomor whatsapp dan tempat duduk dimana kita berada pada saat itu. Apa gunanya identitas ini,  Identitas bisa digunakan untuk mendapatakan discount apabila kita telah melakukan sebanyak 5 kali pembelian, 10 kali pembelian
atau total belanja sebanyak rp 150,000. Ada fungsi CRM (customer relation management)
yang diimplementasikan pada chatbot ini. Discount akan diberikan ketika
bot ini mengetahui profile customer.  Bot kemudian mengirimkan invoice melalui email atau nomor hape, kita melalukan pembayaran digital melalui payment gateway.
setelah pembayaran selesai, order akan dilanjutkan ke bagian dapur dan dalam beberapa menit, barang pesanan akan tiba di meja pengunjung.

Read More

Projek Ubin Phase 2 : Studi Kasus Blockchain

Lanjutan dari postingan sebelumnya (project ubin phase 1) . Ubin Phase 2 adalah projek MAS (Badan otoritas keuangan singapore) bersama ABS (Association of Banks in Singapore) membuat prototype transfer antarbank secara RTGS (Real time Gross Settlement) menggunakan DLT (distributed Ledger Technology). Bila semboyan pada phase 1 adalah Singapore dollar pada DLT, maka semboyan pada phase 2 adalah Reimagining interbank RTGS using DLT. Difokuskan kepada penggunaan 3 teknologi DLT yaitu Hyperledger Fabric , Corda dan Quorum . Source code dapat dilihat disini https://github.com/project-ubin

Read More

Projek Ubin : Studi Kasus Blockchain

Sumber : http://www.mas.gov.sg/Singapore-Financial-Centre/Smart-Financial-Centre/Project-Ubin.aspx

Projek Ubin adalah projek yang digagas oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) bekerja sama dengan R3 (perusahaan Teknologi Blockchain) beserta konsorsium beberapa institusi keuangan seperti

Bank of America Merrill Lynch, Credit Suisse, DBS Bank, The Hongkong And Shanghai Banking Corporation Limited, J.P. Morgan, Mitsubishi UFJ Financial Group, OCBC Bank, Singapore Exchange, UOB Bank, and BCS Information Systems sebagai penyedia teknologi untuk projek tersebut.

Read More

Tokenomy : Review ICO

Sebelum membaca lebih jauh perlu dicatat terlebih dahulu bahwa tulisan ini bukanlah paid review, job review ataupun advertorial. Tulisan mengenai Tokenomy ini adalah tentang startup Indonesia yang melakukan fund raising melalui mekanisme ICO (initial coin offering). Berhubung ICO adalah suatu hal baru dan masyrakat pada umumnya tidak memahami apa itu ICO, bisnis apa yang bisa di -ICO-kan, bagamana peraturannya, maka tulisan pada blog ini berusaha menjelaskan tentang Tokenomy sebagai startup blockchain dari Indonesia yang mencari pendanaan melalui mekanisme ICO.

Read More

Bagaimana Blockchain dapat menyelamatkan hutan indonesia ?

Carbon Conversation dan Perusahaan teknologi platform DappBase berencana menyelamatkan hutan indonesia melalui skema crowdfunding yang akan disalurkan kepada kampung-kampung atau dusun di wilayah Aceh. Besar sumbangan tergantung kepada luas lahan yang berhasil diselamatkan/dijaga dari usaha pembakaran. Diperkirakan rata-rata $10,000 per 1 kampung/dusun. Total crowdfunding / dana yang akan dikumpulkan sebesar $100,000. Ini adalah pilot project yang akan dimulai desember 2017 nanti. Program ini merupakan tahunan, dana akan distribusikan antara may dan september setiap tahun.

Banyak pertanyaan yang muncul, ketika membaca artikel ini, dimulai apa, kenapa dan bagaimana. Pertanyaan pertama ?

Read More

Switch to our mobile site