evolusi online display advertising

Perkembangan selanjutnya Adnetwork dan AdExchange berjalan bersama, akan tetap dengan pembedaan seperti berikut, pada AdExhcange , target berdasarkan spesific audience, pada AdNetwork target pada aggregate konten/channel. proses optimasi efisiensi masih berlanjut ditahap ini. Konsep Real Time Bidding mulai dikenal pada AdExchange

2:26 – 2:43

selanjutnya , Digital Agency yang berperan sebagai Representatif Brand/Advertiser, membangun ATD (agency Trading Desk), dimana pada ATD tersebut disetup / dibangun DSP platform untuk berhubungan dengan banyak AdExchange pada 1 dashboard (single user interface). fungsi DSP ini adalah membantu digital agency dalam melakukan campaign monitoring, campaign controlling, campaign setup pada banyak AdExchange , AdNetwork,

Publisher, Reporting campaign. Proses Bidding Harga, Controlling budget, Optimasi target audience, Analisa ROI dapat dilakukan disini. semua system terintegrasi disini dan dilakukan secara realtime.

2:43 – end

oke, ini adalah sisi dari buyer / advertiser sebagai pembeli, bagaimana dari sisi dari pejual / publisher ?

Muncul entity business yang bernama SSP (supply side platform atau sell side platform). SSP adalah optimasi revenue dari sisi Publisher. bila dari sisi Buyer / advertiser menghendaki harga semurah mungkin, maka dari sisi SSP, mengharapkan harga setinggi mungkin. harga terlalu rendah, publisher akan menolak. harga terlalu tinggi, advertiser / buyer akan menolak. contoh SSP yang terkenal adalah AdMeld (sudah dibeli google juga), pubMatic, RubiconProject dan di-indonesia ada Adskom.com

demikian 3 menit penjelasan evolusi online digital advertising dalam bentuk video presentasi oleh IABUK (Internet Advertising Bureau United Kingdom) – http://www.iabuk.net/

Lain kali kalau lagi mood akan dibahas lagi mengenai ekosystem online advertising dan RTB (real time bidding), oya pertanyaan: Bagaimana situasi online advertising di Indonesia ? sudah sampai ditahap manakah ?

 

Page 2 of 2 | Previous page