Selama bertahun-tahun, pekerjaan profesional bergaji tinggi dipandang sebagai wilayah yang relatif aman dari otomatisasi. Gelar pendidikan, kemampuan analitis, pengalaman korporat, dan penguasaan alat digital dianggap sebagai pagar pelindung yang sulit ditembus mesin. Namun, munculnya kecerdasan buatan generatif mengubah asumsi itu. Jika gelombang otomatisasi lama banyak menekan pekerjaan manual dan rutin, gelombang AI terbaru justru mulai menyentuh pekerjaan kerah putih yang selama ini identik dengan gaji tinggi dan status profesional [1]. 

https://kumpulblogger.com/blog/kukuhtw/689/Bukan_Cuma_Buruh_Pabrik_Kelas_Profesional_Kini_Mulai_Cemas_pada_AI